Monthly Archives: October 2009

A Case of You

A case of you

Just before our love got lost you said,
“I am as constant as the northern star.”
and I said, “Constantly in the darkness
where’s that at?
If you want me I’ll be in the bar.”
On the back of a cartoon coaster
in the blue T.V. screen light
I drew a map of Canada
Oh Canada
with your face sketched on it twice.

In my blood like holy wine
you taste so bitter and so sweet
well, I could drink a case of you, darling
and I would still be on my feet
I would still be on my feet.

Oh I am a lonely painter
I live in a box of paints

I’m frightened by the devil
And I’m drawn to those ones that ain’t afraid.
I remember that time you told me
“Love is touching souls”
Surely you touched mine
‘Cause part of you pours out of me
In these lines from time to time.

My blood
my holy wine
tastes so bitter and so sweet
Well I could drink a case of you, darling
and I would still be on my feet
I would still be on my feet

I met a woman
She had a mouth like yours
She knew your devils and your deeds
and she said, “Go to him, stay with him
but be prepared to bleed”

My blood
my holy wine
tastes so bitter and so sweet
Well I could drink a case of you, darling
and I would still be on my feet
I would still be on my feet

hmmm…a case of you, yeah..a case of you


Malice of Absence

hmm…just received an email from a friend, i just love to read this, to think that The link between man & god is FAITH . That is all that keeps things moving & alive

The university professor challenged his students with this question. Did God create everything that exists? A student bravely replied, “Yes, he did!”

“God created everything?” The professor asked.

“Yes sir”, the student replied.

The professor answered, “If God created everything, then God created evil since evil exists, and according to the principal that our works define who we are then God is evil”. The student became quiet before such an answer. The professor was quite pleased with himself and boasted to the students that he had proven once more that the Christian faith was a myth.

Another student raised his hand and said, “Can I ask you a question professor?”

“Of course”, replied the professor.

The student stood up and asked, “Professor, does cold exist?”

“What kind of question is this? Of course it exists. Have you never been cold?” The students snickered at the young man’s question.

The young man replied, “In fact sir, cold does not exist. According to the laws of physics, what we consider cold is in reality the absence of heat. Every body or object is susceptible to study when it has or transmits energy, and heat is what makes a body or matter have or transmit energy. Absolute zero (-460 degrees F) is the total absence of heat; all matter becomes inert and incapable of reaction at that temperature. Cold does not exist. We have created this word to describe how we feel if we have no heat.”

The student continued, “Professor, does darkness exist?”

The professor responded, “Of course it does.”

The student replied, “Once again you are wrong sir, darkness does not exist either. Darkness is in reality the absence of light. Light we can study, but not darkness. In fact we can use Newton’s prism to break white light into many colors and study the various wavelengths of each color. You cannot measure darkness. A simple ray of light can break into a world of darkness and illuminate it. How can you know how dark a certain space is? You measure the amount of light present. Isn’t this correct? Darkness is a term used by man to describe what happens when there is no light present.”

Finally the young man asked the professor, “Sir, does evil exist?”

Now uncertain, the professor responded, “Of course as I have already said. We see it every day. It is in the daily example of man’s inhumanity to man. It is in the multitude of crime and violence everywhere in the world. These manifestations are nothing else but evil.”

To this the student replied, “Evil does not exist sir, or at least it does not exist unto itself. Evil is simply the absence of God. It is just like darkness and cold, a word that man has created to describe the absence of God. God did not create evil. Evil is not like faith, or love that exist just as does light and heat. Evil is the result of what happens when man does not have God’s love present in his heart. It’s like the cold that comes when there is no heat or the darkness that comes when there is no light.”

The professor sat down.

The young man’s name — Albert Einstein.


Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh

Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh.

Hidup adalah untuk mengolah hidup.

Bekerja membalik tanah.

Memasuki rahasia langit dan samodra.

Serta mencipta dan mengukir dunia.

Kita menyandang tugas.

Karena tugas adalah tugas.

Bukan demi sorga atau neraka.

Tapi demi kehormatan manusia.

Karena sesungguhnyalah kita bukan debu.

Meski kita sudah reyot, tua renta dan kelabu.

Kita adalah kepribadian.

Dan harga kita adalah kehormatan kita.

Tolehlah lagi ke belakang.

Ke masa silam yang tak seorang pun kuasa menghapusnya


sajak oleh WS Rendra.


just a simple note from me

i love this poem damn much..menginspirasi banget, ketika kita harus berbuat dan bertindak, nyata demi hidup kita sendiri, bukan demi embel2 ‘pahala’, tapi demi kemanusiaan kita sendiri, sebagai hak sekaligus kewajiban melekat.


Happy B’day Ma..

Hari ini mama ulang tahun

Puji Tuhan, terimakasih Tuhan, satu tahun lagi bersama bliau, dan semoga banyak2 tahun lagi, kesempatan untuk membahagiakan bliau,

as i posted in my FB’ stat. it’s just more than words, i love you so much, and how lucky i am to be born as your daughter :)

yaah..mungkin emang si, banyak bangeth wanita hebat diluar sana, cantik, maju perang, pembela hak asasi, presiden, apalaaah, tapi bagiku tetap dan jelas kau melebihi mereka semua ma..dan sudah terbukti melati rintangan jaman,menghapus banyak luka, menguatkan langkah,menimbulkan tekad, karena itu ma, please stay longer with us, please give me chance to paint smile in your beauty face to wash away all the tears that  i, we, gave to you..

Happy b’day maaa, and trust me it’s just more than words can say, i love you so, doain aja, kado terutangku segera terkabul :p


Terimakasih..

Thank You

Merci, Merci beaucoup

Danke

Gracias

Arigato, Arigato Gozaimasu, Arigato Gozaimashita

Dank Je

Grazie

Obrigado

Gamsa-hamnida

Xie-xie

Syukron

Toda

Dankie, Baie Dankie

Sas efharisto, efcharisto

Danyavad, Dhanyawaad, Shukriya

Takk, Takk fyrir

Kiitos, Kiitoksia

Diolch yn fawr

Salamot

Khwap khun, khwap khun khrap

Tujechhe

Thank ye, Thenk Ye

Anugurihiitusomi

Multumesc

Matur Nuwun

Matur Suksma


Mama..mama..mama I love you

Re-post dari blog ku yang lama, re- post juga dari loopingan imel ku yang tak jelas..

Tapi berapa kalipun kubaca aku tetap menyukai tulisanku ini (sah donkk?..saah kaaan menyukai tulisan sendiri..kekekeke)

Apalagi minggu depan mama ulang tahun, ngebaca tulisan ini lagi, trenyuh lagi, dan semakin bertekad, aku akan menjadi kebanggaanmu Ma, aku akan menghadirkan senyum di wajah cantikmu (asal jangan minta kawin cepet :( belom laku..hehe)

more than words can say, I love you


Tulisan yang tercipta diantara malam, saat mata tak kunjung terpejam, tulisan untuk wanita paling hebat didunia: Endang Tyas Eko Budiarti, mama ku tersayang

Entah sejak kapan munculnya, aku punya penyakit gila -yang entah oleh si Ikal, Sang pemimpi legendaris Laskar Pelangi disebut- nomer kesekian, penyakit susah sekali memejamkan mata, saat ada ganjalan hati yang memindahkan balok pengganjalnya ke kedua bola mataku, menghitung domba, untaian Rosario, bercanda dengan Tuhan, meminta bocoran informasi tentang banyak hal yang selalu menjadi misteri bagiku, tidak jua mampu membuatku jatuh tertidur, bagian buku Maryamah Karpov tentang Mahmuddin pelupa yang dengan bodohnya mengumumkan berita salah, ketua Karmun mati tertimpa pohon jambu bol pun sudah kubaca berulang-ulang sampai ketawa aku cekikikan ditengah malam, hingga akhirnya aku menyerah dan mengikuti kemana arah pikiranku sebenarnya ingin berjalan, tentang keresahan – keresahan itu, dan Natal dan hari ibu, entah kenapa sedikit banyak menoreh makna didalamnya.

Bulan ini diantara suasana gempita dan suka cita menjelang Natal, Natal diusiaku yang lewat 24, Natal kesekian yang entah kenapa selalu ada nyeri disela-sela sukacitanya, aku melirik kalender, 22 Desember..ya hari ibu

Segala kejadian yang membuatku semakin takzim tetang ibu, status yang begitu ingin kusematkan dinamaku. Pelan diantara sunyi malam aku mulai bersenandung lagu KASIH IBU, dan menyadari benar butir butir air mata mengalir, teringat banyak kejadian tlah berlalu, dan kini aku begitu merindui mama. Beberapa bulan sudah tidak kutatap wajah mama, malaikat penjaga yang dikirim Tuhan untukku, hanya mendengarkan suara nya ditelfon tiap kami bertukar  kabar sembari berdoa semoga kabar baek selalu.

Pernah suatu saat aku menerima email2 motivasi (berbagi kasih email dalam bahasaku) tentang mencoba memandang wajah ibu ketika bliau tertidur, dan dengan dorongan aneh, kupraktekkan itu ketika aku ada kesempatan pulang kekampung halaman, memanjang wajah teduh bliau ketika tertidur..menemukan jejak – jejak kecantikan bliau yang jelas akan diamini setiap orang yang mengenal bliau semasa muda, kecantikan yang pasti juga telah memikat papa ku sejak mereka duduk di kelas 2 SMP hingga saat ini saat mereka telah dikaruniai 4 anak dan 2 cucu yang mereka selalu banggakan melengkapi hidup mereka, keluarga yang selalu layaknya sahabat. kecantikan yang justru membuatku bangga dan tak keberatan saat banyak yang berkomentar mama ku jauh lebih cantik daripada aku..Dan disaat yan sama itu pula dalam hati kutemukan sebuah kesadaran “Wow..ini, wanita ini yang dulu sedemikian kuat dan perkasa dimata kami  -papa, aku, saudara-saudaraku, dan keluarga besar kami-..sekarang sudah beranjak tua..dengan kerutan kerutan yang tiap garisnya penuh dengan pengalaman hidupnya”

Ketika aku sedang merenungi hari ibu ditengah suasana Natal ini, digelap malam saat mata dan hatiku tak mau berkompromi untuk diajak tidur, aku kembali teringat wajah mama saat itu, dan berbagai hal tentang bliau kembali berputar bak film dalam memoriku

Wanita ini dulu melahirkan aku dan saudara – saudaraku, kami berlima, dua kakak lelakiku, satu kakak perempuanku – yang dipanggil  Tuhan kembali ke surga, diusianya saat baru bisa beranjak berjalan, saat itu aku sudah antri di rahim ibu dan akan lahir hanya dalam hitungan hari- dan adik lelaki ku, si bungsu yang kami sayang dengan segala keunikannya. Tentang melahirkan kelima anaknya, menurutku, mama pasti akan selalu teringat proses kelahiranku, saat bliau berada dalam duka mendalam kehilangan kakak perempuanku, -anak perempuan yang mereka nanti  nantikan, anak yang dipanggil Tuhan karena semata bliau merasa tidak menjaga dengan baik -  dalam suasana seperti itu, saat mama berduka mengalami goncangan serta pendarahan hebat ketika melahirkanku, pikiran ikut bersama kakak kesurga bersamaku membuat bliau bahkan enggan untuk mengejan, melahirkanku, hingga entah bagaimana prosesnya lahirlah aku yang sudah hampir menjadi biru, aku anak perempuannya, yang waktu itu, yang semoga mampu menghibur hati keluargaku yang sedang berduka, hingga akhirnya nama AGUSTINA AGUNG NUGRAHENI tersemat padaku, Anugrah besar yang Tuhan kirim dibulan Agustus

Wanita ini pula yang dengan tabahnya saat itu, bertahan diantara kesulitan dan badai yang menerpa kehidupan keluarga kami juga saat papa harus kehilangan banyak hal, wanita ini mengajariku berdoa, bersyukur menengadahkan tangan hanya pada Tuhan saat berbagai permasalahan yang saat itu belum kupahami mendera kami, wanita yang pernah memelukku begitu erat seolah mencari kekuatan dari pelukannya padaku saat masalah yang maha dasyat menimpa,dengan pelukannya bliau seolah meneguhkan alasan bertahan dan berjuang demi cintanya padaku, pada kami anak-anaknya, dan pada papa. Wanita ini pernah begitu terlukanya saat aku berteriak menjawab semua nasehatnya dengan otak pemberontakku yang tengah beranjak remaja, hingga saking terlukanya bliau mengurung diri berpura –pura tidur sepanjang sore dan tanpa bliau sadari saat itu aku juga tengah terluka parah dihati, luka nyeri dan penyesalan tiada tara.

Berbagai pengalaman tentang kasih bliau dan betapa banyak hal yang kulakukan yang melukai hatinya kembali terlintas, ada senyum tolol saat kuingat pernah aku sakit typus, hingga dirawat dirumah dengan kunjungan dokter rutin, dan aku terlalu lemah untuk bangun karena pasti muntah, bliau dengan sabar menungguiku tidur disampingku, terlebih saat kakak lelaki ku bercerita malam itu jam 2.30 ada pertandingan sepak bola klub Italia favoritku Intermilan bertanding, demi hafalnya bliau kan sifatku yang saat itu tengah tergila gila sepakbola bliau menjagaiku agar tidak nekat nonton, tapi usia dan stamina bliau tidak membuat bliau terbangun saat aku ditengah tidur nyenyaknya merangkak turun dan menyalakan televisi, dan muntah – muntah sepanjang sisa pertandingan hingga esoknya penyakit sialan itu bertambah parah (hahaha..aku dengan polah remaja bodohku)

Kami sekeluarga, begitu akrab satu sama lain, berbagi cerita segala hal membuat kami sering merasa sebagai sahabat, berbagai cerita persahabatanku dengan teman – temanku, cinta – cinta monyet yang lucu dan banyak hal lainnya.Saat teman2ku banyak mengeluh punya jarak dengan orang tua mereka, aku bersyukur itu tidak pernah menjadi masalah diantara kami, Hingga saat usia ku beranjak dewasa, berbagai hal, pengalaman yang waktu itu selalu kuyakini ini cinta membuatku sedikit demi sedikit menyembunyikan banyak hal pada bliau demi semata bukan karena aku ingin berbohong, justru demi cintaku pada keluargaku, aku tak ingin membuat bliau kecewa dengan segala ketidak normalan kisah cintaku waktu itu, selalu wajar bagiku saat bliau ingin terbaik bagi anaknya, ketika aku menyadari apa yang kupilih dan kutempuh saat itu bukan yang terbaik untuk kubagi, aku memilih diam, dan pelan – pelan bliau mulai kehilangan ‘jejak’ku, hal yang selalu sangat kuhormati dan kagumi tentang bliau, bliau akan menyenangkan diajak bercerita tapi ketika kami anak – anak nya memilih tidak bercerita bliau pun akan dengan bijak tak memaksa, tapi memastikan kami baik – baik saja

Hingga satu pengalaman membekas yang tak kan kulupakan seumur hidupku, saat hal yang begitu menyesakkan (paling tidak bagiku saat itu)menimpaku, tak secuplik kalimatpun terucap dari bibirku tentang yang aku alami saat itu, betapa saat itu aku tahu mata bliau terluka melihatku diam seribu bahasa, tertawa tanpa ruh, dan bertindak tanpa hati seolah menjadi bagai mayat hidup, betapa bliau terluka dan bertanya tanya tentang apa yang terjadi padaku hingga bliau sering  menemuiku menangis mimpi buruk sepanjang malam dan menemukan mataku bengkak saat bangun tidur. Sementara aku bagai menjaga rahasia Negara tak bergeming untuk berbagi luka yang sesungguhnya tak mampu kutanggung sendiri, aku hanya bercerita tentang hasil akhir tanpa sedikitpun mengusik sebab nya, meyakinkan bliau aku akan baek – baek saja. Masih jelas teringat, mama  yang bisa kuhitung dengan jari kapan menangis, memelukku menangis saat aku membisu tak bercerita, memelukku yang hanya bisa diam,kareana tak kuasa memahamiku dengan segala bisuku, bliau menangis, menangis untuk luka yang lebih dari jelas bagi bliau telah merenggut hidup ku, tapi tak mampu kubagi bersamanya, saat itu aku menangis hingga jatuh tertidur, dan merasakan betapa bliau berusaha menghapus air mataku, bukan hanya air mata yang menetes, tapi air mata dihatiku saat itu. Sementara aku semakin menangis bukan hanya untuk lukaku tapi lebih untuk luka yang kutoreh dihatinya, tangis bliau sangat menyakitkan tapi akan lebih menyakitkan lagi jika seandainnya aku bercerita, tak sanggup kutahan perihnya. Jadi dengan hati yang remuk redam kupasrahkan diri melihat tangis bliau yang menyayat hatiku, dan berteriak dalam hati, bertanya ‘mama seorang ibu, apa yang akan mama lakukan jika mama diposisiku?!’. Tapi lagi aku memilih untuk diam seribu bahasa. Demi cintaku pada mama, papa, pada keluargaku, dan padanya.

Aku bahkan akan tetap mengingat ini setiap saat, saat  bliau dan papa ku menerima sepucuk surat yang aku yakin jika orang tua lain menerimanya pasti akan jatuh pingsan bahkan mengusirku demi semata percaya isi surat bodoh itu, tapi apa yang kuterima sungguh dasyat luar biasa tentang kasih dan dukungan tak terhingga orang tua, aku menangis sepanjang  pesawat Surabaya-Jakarta karena tepat sebelum masuk badan pesawat sms kuterima tentang kabar surat itu datang ke mereka, tapi mereka memilih tak peduli tentang surat itu, dan meyakinkan apapun yang terjadi siapapun aku, aku tetaplah anak perempuan satu – satunya yang mereka sayangi lebih dari segalanya, bahwa apapun hal yang terjadi entah benar atau tidak yang penting adalah aku mampu melanjutkan hidup kedepan, kembali menjadi anak mereka yang ceria, penuh tawa dan cinta – setidaknya sehangat itulah mereka berpikir tentangku, lilin pembawa cahaya, anugrah bagi mereka, sesuai doa yang kubawa dinamaku tak pernah kurang dari itu mereka menganggapku anugrah dan cinta-.

“yo nduk,apapun adanya, kowe tetep satu2nya anakku wedok tersayang, wis sing ati2”

Sender: Papah Sayang, 19 September 2007, 12:15:25

Dan ajaib, cinta keluarga sungguh ajaib, sejak saat itu pelan – pelan aku kembali menata hidup dan tak sekelumit serita pun pernah mereka tanyakan lagi, Percaya dan mendukungku menjadi hal yang sangat luar biasa merubah hidupku. Mama yang sama pula yang kuingat menelfonku menghiburku, menguatkan hatiku saat aku di Bali menangis bersedih hati,untuk alasan yang tak bliau pahami, menangis karena seseorang yang pernah jadi bagian hidupku kehilangan ibunya, mama pula yang berbesar hati menelfon dia, mengucapkan duka cita meski dalam hati aku yakin bliau pasti bertanya – tanya tentang segala luka yang pernah terjadi diantara kami, toh bliau tetap menasehatiku, seburuk apapun terjadi dendam tidak seharusnya tinggal dihati,ahh..ahh..mamaku memang berhati besar dan luar biasa, darinya aku belajar mencintai orang – orang disekitarku, darinya aku belajar memaafkan dan ketulusan hati.

Wanita ini terus menunjukkan dukungannya yang luar biasa bagiku dalam keadaan sesesak apapun tetap memberi dukungan terbaik padaku, dengan kaki bliau yang tak lagi lurus dan jejak saat berjalan, bersama papa luar biasaku, Blitar – Bali menjadi jarak pendek untuk ditempuh demi menemaniku melalui banyak hal suram di akhir Mei 2008, saat sekali lagi semua hal buruk terjadi secara bersamaan, tapi kondisi mentalku untungnya sudah jauh lebih dewasa saat itu.

Kini  saat usia bliau menginjak 53 tahun, saat anak – anak nya sibuk mengejar hidup dan mimpi – mimpinya masing – masing. Sering hatiku nyeri saat bliau mengirim sms “nduk, boleh mama telp?tadi kok tak telp ga diangkat” nyeri karena sms itu seolah bliau begitu khawatir aku terganggu hanya karena telp dan sms2 bliau, padahal sedetikpun tidak, padahal mungkin hanya saat aku tidak kiasa mengangkat telp, entah saat aku berada dijalan,hp ketinggalan, atau entah saat aku tak mendengarnya berbunyi

Bliau yang dulu mendengar setiap jerit tangis anak –anaknya, mendengarkan seksama setiap cerita yang kami bagi, kini kesepian dan ingin didengar, dan aku mendengar, bukan tentang hal berat, bukan tentang resesi dunia, bukan tentang dollar yang terus naik, bukan tentang materi promosi iklan, bukan tentang research perusahaan dan investor investor pertambangan, dan banyak hal yang biasa jadi obrolan teman kerja, bukan pula tentang pekerjan yang mulai berjalan mebosankan.

Aku mendengarkan tentang kakinya yang linu, besar sebelah, masuk angin yang jadi sering bliau alami, tentang masak ayam panggang tapi kurang asin, tentang kerewelan dan repot nya meladeni papa yang menurut bliau sudah tua (hahaha..padahal papa mama cuma selisih tidak kurang dari 6 bulan), tentang adek yang rewel minta motor satria baru (lagi), tentang adek dengan segala keunikannya (ganti kata bandel..hahha)yang membuat kami semakin menyayangi si bungsu itu), tentang ponakan2ku yang bandel, tentang kakak sulungku yang tak kunjung mau menikah, uff..jika topic ini disinggung, pelan aku juga pasti tertohok, saat mama bilang, mama pengen tambah cucu, mumpung masih sehat..uff..memerihkan hatiku, juga banyak tentang keluarga yang membuatku tak pernah merasa jauh secara hati, hal – hal yang selalu membuatku merasa ingin pulang kembali kepelukannya, karena entah pain killer apa yang bereaksi, yang jelas, segala nyeri, bayangan buruk masa lalu, beban apapun perlahan – lahan memudar saat aku dirumah, disisi mama, meski tanpa kuceritakan keresahanku, meski saat itu aku hanya berbaring diam disebelahnya, ngobrol hal hal remeh temeh, semua nyeri dan beban itu seakan menguap, karena mama adalah pain killer itu, mama adalah mujizat Tuhan untukku

Wanita ini dengan sedih ataupun bahagianya, kesalahan maupun kebaikannya, keberhasilan ataupun kejatuhannya adalah bukti nyata kasih Bapa surgawi untukku, yang memberikan bukti bahwa wanita layak untuk dicintai didengarkan, dan dibahagiakan

Banyak wanita luar biasa diluarsana, banyak wanita berbuat baik, tapi bagiku kau jelas melebihi mereka semua, dan aku ingin mama tahu betapa aku menyesal membuat mama menangis dan bersedih karenaku, dan selalu hadir dalam tekadku, tak kan lagi membuat mama bersedih, aku akan berusaha sekuatku membahagiakan dan membanggakan mama dan papa terbaik didunia ini.

Esok aku akan pulang kepelukan mama, meresapi segala hidup yang lahir karena cintanya, bersujud mohon ampun untuk segala nyeri dan kebodohan yang telah kulakukan meski disaat bliau tidak mengetahui, memohon ampun karena banyak saat hidup yang kulalui dalam sakit, karena selalu kuyakini dan kujadikan alasan untuk tertawa dan bahagia “aku tidak boleh sedih, karena saat aku sedih, Tuhan dan mama akan bersedih bersamaku” ikatan ibu dan anak yang kupahamin setelah banyak hal terjadi.iya ma, karena hidup akhirnya harus bahagia

Aku mencintaimu mama, hari ibu ini, mengingatkanku untuk kuat dan bahagia, hari yang mengingatkan  setidakknya ada dua alasan kuat untukku berjuang bahagia, janji – janji itu..hehe..semoga ya Tuhan, masih panjang waktuku untuk membahagiakannya, memberi senyum diwajahnya, dan kebanggan dihati agungnya..aku sungguh mencintai mama

Selamat Hari Ibu mama, selamat hari ibu bagi setiap ibu didunia, pastilah begitu agung menyandang gelar ibu

Spend your time with your mom because you don’t understand how long she will be with you, and if she’s in heaven now, make sure that you make her smile above, smile and proud to have you. Thank God for sending us such a great mom, I love you mama.


Written on Dec 22, 2008


Apa kabar malaikat?

Malaikatku, apa kabar?

Baik – baik kah kau disana?

Apa sudah makan?

Dengan apa malaikat – malaikat itu memberimu makan?

Bertemankah kau dengan mereka?

Aku kangeeen sekali..

Kalau orang lain bilang adalah semu merindu tanpa pernah melihat

Bagiku bodoh!

Karena aku merindumu

Karena aku punya bayangan sendiri tentangmu

Tentang tangan mungilmu yang lucu

Tentang mata polosmu yang pasti berbinar – binar tanpa mengenal dosa dan kejinya dunia

Tentang rambut ikalmu yang menggenapi imajiku pada sosok malaikat

Tentang gelak tawa suara bening mu yang menggemaskan

Tentang kaki – kaki mungil saat belajar berjalan

Ahhh..sumpah aku kangen sekali

Ya aku merindumu

Dengan bayangan yang kuciptakan sendiri tentangmu

Dengan rasa tersiksa yang bagaimanapun akan seumur hidup kutanggung

Apa kabar Elang ku?

Apa kabar malaikatku?

Indahkah di atas sana?

Maukah kau menungguku jika saat nya tiba

Dan biarkan rasa kangen ini yang menghidupiku hingga saat itu

-Aku yang merindukanmu dengan caraku-


Bukan Diriku..lah..trus siapaa??!siapa??! :p

Udah jalan dua minggu ini, selalu kebangun tiap jam 2-3an pagi

Kelop..kelop..kadang baca2, kadang doa, kadang liat TV, kadang juga mewek ga jelas, kalo meloyelomukalogelo nya kumat

Sampe akhirnya tadi pagi, jam udah nunjukin jam 4an kurang, teteupp bo..ga bisa juga tidur..dodol!, update FB udah (penting amaath..ihh)doa udah (ampe kadang takut, Tuhan bosen ga ya dengerin doaku yang itu2 aja?! :( ), akhirnya desperate nunggu kantuk datang lagi sambil nyetel TV (damn, I should have not done it :( )

Nonton TV jam segitu, gaa ada acara jelas, nonton Oprah show tentang lelaki2 selingkuh dan para wanita itu mengahapinya..booo’ selingkuh..diujung dunia bagian manapun..eksissss yak?! Trus pas Oprah dah kelar juga padahal ngantuk belom juga datang kutek2 channel TV dan sampailah ke RCTI (huhuhuhu..nyesel..nyesel!!!) yang nanyangin sinetron jadul jaman beheulah, yang bintangnya Baim Wong, Ririn, Betrand, argghh..it’s not about the ‘sinetron’ itself, but it’s about the soundtrack, “Bukan Diriku” by Samsons..

Bukan apa, ga nyenengin bangeeth aja, ngedengerin lagu ini di jam2 labil kuntil anak kayak gitu, bikin melo ga jelas, bikin mewek ga jelas, kupreth..karena ini lagu punya kenangan dodol banget, pernah nangis mewek di depan umum pas ada malam inagurasi kampus tahun 2006 (uhmm..Mei 2006), yang nangis banget2 karena waktu itu bandnya angkatan 2001 perform pake itu laga…aargh pas banget..huhuhuhu..

ahhh lagu..emang bisa bawa sejuta kenangan..dengan cara nya sendiri..kadang bikin senyum2 ga jelas, bikin nyengir, kerasa anget di ati, kadang bikin miris, kadang juga mewek kaya tadi..dududuudu..tapi sekarang aku udah sembuh kan??iyaa..jawab iya!! Iya kan??udah sembuh??!!ga ngaruh sama itu lagu lagi kan?!!bilang iya!!!tadi kan nangis cuma karena ngantuk ga bisa bubuk, padahal pengen bubu’..ahhh..iya..aku sudah sembuh!!dodol!!buktinya sekarang dengerin lagu itu berkali2..ga nangis lagi..ahhhh..

Samsons – Bukan Diriku

setelah kupahami

ku bukan yang terbaik

yang ada di hatimu

tak dapat kusangsikan

ternyata dirinyalah

yang mengerti kamu

bukanlah diriku

kini maafkanlah aku

bila ku menjadi bisu

kepada dirimu

bukan santunku terbungkam

hanya hatiku berbatas

tuk mengerti kamu

maafkanlah aku

reff:

walau kumasih mencintaimu

kuharus meninggalkanmu

kuharus melupakanmu

meski hatiku menyayangimu

nurani membutuhkanmu

kuharus merelakanmu

dan hanyalah dirimu

yang mampu memahamiku

yang dapat mengerti aku

ternyata dirinyalah

yang sanggup menyanjungmu

yang lama menyentuhmu

bukanlah diriku

Bukan siapa siapa


My funny fave daddy

another funny story about my fave man, my daddy, bapak ku, papahku..hhehehe..

Ga ngerti nape, papaku, aku selalu berpikir ini Bapak2 terobsesi banget yak jadi orang penting (hehehe..maap Pah, but that’s i think ’bout you truly :p)

Masih inget banget kejadian tahun 2007 yang bliau dengan segala kehebohannya diundang buar datang ke Istana Negara buat ikut upacara bendera HUT RI ke 62, aduuuuhh boooo’ masih pengen ketawa kalo ingat, hihi..yaa, mungkin sebagai pembelaan cuma bisa berkata ‘yaa..harap maklum, bliau hidup di kota kecil Blitar tercinta, yang belom pernah pergi bisnis trip yang ampe jaoh2, jadi ya alhasil lah belom pernah naek pesawat..jadi alhasil waktu itu korbannya aku sama mas Pidik yang pontang panting dari yang pesenin tiket pesawat, ngatur2 jadwal karena musti perhitungin waktu Blitar – Surabaya (huhh..kalo aku jadi presiden, tak bangunin bandara di Blitar..huhh), ngajarin tar gimana2 nya, mulai boarding pass ampe di dalem pesawatnya,biar tarnya ga malu2in.. (duuhh..duhhh..pengacara kok katrok),trus nyiapin jas yang mau dia pake nantinya, tukar HP biar bisa sedikit begaya, hahaha..sampe ingat gara2 HP ini bikin orang serumah gaa bisa tidur, gara2 entah gimana charger HP sialan nya ilang entah kemana, bikin Papa ga nyenyak tidur, takut tar gimana2, ampe jam 3 pagi ribuuut, cari charger..ohh..noooo..noooo

Ahh..banyak deeh waktu itu kejadian aneh2 nya, sampe ga ingat anaknya ulang tahun, sampe ga perduli apapun yang terjadi pantang mundur berangkat padahal nenek lagi sakit (hikss..mbah tiii..still so sad to remember ’bout you :( ), yaa..Papa ku dengan segala kehebohannya jadi ‘orang penting’ berangkat ke Istana Negara

Dan bisalah di tebak, begitu pulang bliau datang dengan tumpukan souvenir2 dan pastinya foto2 dengan para pejabat negara, dari ketua MA Bagir Manan, Kapolri, dan banyak orang yang kalo aku mikirnya ‘ihh..emang penting?!!’ hihi, dan yaaa..bisa ditebak pula foto2 itu sekarang bertengger dengan sangat tidak manis di ruang tamu rumah (hehehe..to be honest aku maluuuwww..hahahha..yaaa, tapi demi cintaku padamu Pah, tak tega kukatakan :p )

Dan sekarang, another Big Event is coming, Papa dapet undangan lagi buat pelantikan SBY & Budiono di gedung DRP/MPR tanggal 17 mendatang..ohh gosshh..i’m so proud of you, tapi ga kebayang juga gimana hebohnya persiapanmu Pah..hihi..yaaah, buat mama di rumah, mas2 dan adik ku, yang tabah yaa..diladeni saja :) , dan Pah, jangan lupa salam buat SBY-Budiono semoga negeri ini akan lebih baik di bawah pemerintahan mereka, dan please..tar pulang ga usah bawa foto banyak2, penuh tar tembok rumah :(

Yo wes, mugo2 sehat ya Pah,i love you full deah Pah..-dan nyengir sekarang baca sms mu..pameer teruuusss-


Don’t you realize, He’s not a selfish one, His love is unlimited

arrrgg..nooo..noo..can’t believe it happens anyway, if yes it really does keterlaluan bangeeeth..

sama2 kena musibah, sama berduka, kenapa musti ada kejadian kayak gini, arrgggghh..

where d hell you put your heart?!

fiuuhh..love everyone and you will receive God’s love

Bring love, peace and happiness  cuts across all barriers of race and religion,

I exactly believe whoever the GOD you believe in, He’s not a selfish one, who teaches you to love someone who has the same religion only, i bet you HE’S NOT

Padang – Pengiriman bantuan terhadap korban gempa di Sumatera Barat dirasakan tidak merata. Warga keturunan Tionghoa mengeluhkan pemerintah bersikap diskriminatif dalam mengirimkan bantuan di Kampung China, Padang, Sumatera Barat.”Benar ada diskriminasi. Kami tidak pernah dibantu oleh pemerintah,” kata Koordinator Penanggulangan Gempa Masyarakat Tionghoa, Andreas di Kampung China, Padang, Sumatera Barat, Senin (5/10/2009).

Padang_AMenurut Andreas, warga keturunan Tionghoa mencari dan mengevakuasi mayat sendiri. Pemerintah meski sudah datang ke lokasi bencana, tidak memberikan bantuan apapun.”Kami lakukan sendiri. Mereka datang kemarin tapi cuma lihat saja tidak memberikan apapun. Dari etnis kita yang tewas 48 orang. Lainnya saya nggak tahu,” jelasnya.

Andreas mengatakan, pihaknya pun mengirimkan bantuan kepada korban gempa tidak hanya sesama etnis Tionghoa tapi juga korban lainnya. Bantuan itu didapat keluarga dan jaringan.”Lalu kita distribusikan kembali ke daerah bencana seperti Pariaman dan kecamatan sekitar sini,” imbuhnya.

Kendalanya, lanjut Andreas, bantuan masih dirasa kurang karena banyak korban gempa selain yang di Kampung China mengambil makanan di dapur umum mereka.”Butuh bantuan yang lebih banyak. Kita kan juga membantu orang yang bukan etnis kita. Kayak mendirikan dapur umum itu banyak yang mengambil di sini,” katanya. (gus/iy)Padang_B

Kutipan:

Beberapa warga keturunan Tionghoa korban gempa mengaku diperas.

Beberapa warga keturunan Tionghoa korban gempa di Kota Padang juga mengaku diperas orang yang mengaku petugas penyelamat. “Mereka minta bayaran kalau mau rumahnya ditolong,” kata Mariana, mahasiswi keturunan Tionghoa asal Padang, di Jakarta kemarin.

Padang_DMariana mendapat kabar itu dari kerabatnya yang menjadi korban pemerasan di Padang. Keluarganya yang masih tertimbun puing-puing rumah belum bisa dievakuasi karena minimnya bantuan. “Saya belum bisa kontak keluarga di Padang,” ujar mahasiswi universitas swasta di Bandung ini.

Menurut dia, pemerasan terhadap warga Tionghoa kerap terjadi, termasuk ketika gempa Nias. “Teman saya (warga keturunan Tionghoa) juga diminta bayaran kalau rumahnya mau dibongkar,” ujarnya. Mariana mengaku tak bisa berbuat apa-apa. “Bingung, mau minta tolong siapa lagi?” kata dia, yang menku tak tahu satuan asal petugas penyelamatan itu.

Jin, warga keturunan Tionghoa di Padang, mengatakan, untuk membongkar puing-puing rumahnya, orang yang mengaku petugas penyelamat dan mengoperasikan alat berat itu meminta bayaran Rp 300-500 ribu. “Kalau tidak mau, tidak diladeni. Kalau mau bayar, baru digali,” ujar Jin melalui sambungan telepon kemarin. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar warga kawasan Pondok, Padang.

This post was submitted by Muhammad Taufiqqurahman – detikNews.


many parts of it say me so..

love this song damn much

many parts of it say me so..

My Immortal

I’m so tired of being here, suppressed by all my childish fears
And if you have to leave, I wish that you would just leave
Your presence still lingers here and it won’t leave me alone

These wounds won’t seem to heal, this pain is just too real
There’s just too much that time cannot erase

When you cried, I’d wipe away all of your tears
When you’d scream, I’d fight away all of your fears
And I held your hand through all of these years
But you still have all of me

You used to captivate me by your resonating light
Now, I’m bound by the life you left behind
Your face it haunts my once pleasant dreams
Your voice it chased away all the sanity in me

These wounds won’t seem to heal, this pain is just too real
There’s just too much that time cannot erase

When you cried, I’d wipe away all of your tears
When you’d scream, I’d fight away all of your fears
And I held your hand through all of these years
But you still have all of me

I’ve tried so hard to tell myself that you’re gone
But though you’re still with me, I’ve been alone all along

When you cried, I’d wipe away all of your tears
When you’d scream, I’d fight away all of your fears
And I held your hand through all of these years
But you still have all of me, me, me


A song for father -who is our second God-

Tribute for a gud friend-Mas Reno-, my deeply condolence for your late father Mas

Pasti menyesakkan kehilangan ‘pegangan’ saat kita berusaha membuktikan pada dunia kita bisa

Saat kita berusaha sekuat hati mencoba memberikan secercah senyum dan bahagia di kerut wajah tua yang kita cintai

Semoga ketenangan bagi bliau di surge, dan ketabahan bagi keluarga mu dan dirimu agar terus senantiasa mencoba membuatnya tersenyum dari surga

Luv this song damn much..

i do always believe that Father, who is our second God, is responsible for our appearance on this earth and who has given us life to live.

He is not only responsible of giving us life but also behind our education, …growing up and also for everything which we needed in life. We really need to accept his contributions in making our life better and give a little effort to show him our gratitude towards his presence in our life before it could be too late for us

Luther Vandross-Dance With My Father Again

Back when I was a child, before life removed all the innocence

My father would lift me high and dance with my mother and me and then

Spin me around ’til I fell asleep

Then up the stairs he would carry me

And I knew for sure I was loved

If I could get another chance, another walk, another dance with him

I’d play a song that would never, ever end

How I’d love, love, love

To dance with my father again

When I and my mother would disagree

To get my way, I would run from her to him

He’d make me laugh just to comfort me

Then finally make me do just what my mama said

Later that night when I was asleep

He left a dollar under my sheet

Never dreamed that he would be gone from me

If I could steal one final glance, one final step, one final dance with him

I’d play a song that would never, ever end

‘Cause I’d love, love, love

To dance with my father again

Sometimes I’d listen outside her door

And I’d hear how my mother cried for him

I pray for her even more than me

I pray for her even more than me

I know I’m praying for much too much

But could you send back the only man she loved

I know you don’t do it usually

But dear Lord she’s dying

To dance with my father again

Every night I fall asleep and this is all I ever dream



Seandainya Aku Bisa Memilih – Then I Miss You So

Ingat banget dulu sering nyanyiin lagi ini bareng sama sahabat baek yang udah kayak saudara, Anja Fahreizi Iriani

Sahabat yang jadi satu2nya tempat curhat, yang ngerti jalan cerita hati dari A sampe Z

Yang bisa dipercaya menampung semuaaa cerita yang tak akan pernah diketahui yang lainnya..

Ketika  menyayangi seseorang tapi bahkan tak punya kuasa menunjukkan dihadapan umum

Ketika menjalani suatu kisah, tapi karena banyak hal harus rela berada di balik layar dan menjalani segala ketidak normalannya

Ketika sering menangis bercerita how bad I wanted to do some normal activities like other couple

Ketika musti menahan nyeri berada dipihak terpinggirkan, dan menerima berbagai konsekuensi penyiksaan batin..

Dan sekarang, betapa aku merindukanmu sahabat, ketika hidup sudah berputar

Ketika waktu memberikan banyak kejutan, jawaban dan memutar nasib di puncak kebahagian, dan menjerumuskan di lembah kesakitan, yang bahkan terasa nista

Merindukanmu, saat tiba2 pagi ini mendengar lagu ini terputar dari mp3

Merindukanmu sekarang saat air mata tak lagi tergenang, saat bahkan lupa bagaimana menangis semestinya

Dari jauh lubuk hatiku
Jiwaku resah mencari tahu
Apa yang sedang kurasakan kini

Terguncang aku mengingat engkau

Reff #
Seandainya aku masih bisa memilih
Akan
kupilih engkau sebagai kekasih sejatiku
Betapa semua harapan hanya untukmu
Akan kupahat
namamu dalam pusara hatiku

Kaulah rahasia terbesar hidupku
Yang takkan mungkin aku
ungkapkan
Kusimpan erat perasaanku
Meski ajal menantiku

*Seandainya Aku Bisa Memilih, by Padi


Deeply shocked and saddened to Padang

Nerima tulisan ini beberapa hari lalu,

Sungguh duka cita mendalam bagi korban gempa bumi di Padang, memasuki hari ke lima tapi proses evakuasi sendiri belum menunjukkan hasil yang maksimal, cuma bisa berdoa semoga Tuhan memberikan petunjuk, ampunan dan ketabahan bagi semua saudara kita di Padang, duka mereka adalah duka kita semua,

Mari kita ulurkan bantuan sebisa kita, juga doa dalam setiap sujud kita, dan semoga berbagai bencana segera berlalu dari negeri kita tercinta ini, Amiin..


Layang – layang Ziki

Ziki berlarian senang dengan seutas tali dan sepotong layang-layang yang tak pernah terbang melewati kepalanya. Ketiga paman kecilnya dan dua teman sebayanya, mengikuti dari belakang. Terdengar suara tawa riang mereka di lapangan bulu tangkis, meminta pada Ziki agar bergantian bermain layang-layang itu. Ziki masih terus berlari sementara ketiga paman kecil dan dua sahabat sebayanya kelelahan mengejar dari belakang, Ziki masih saja berlari berharap lari kecilnya dapat menerbangkan layang-layang kertasnya yang sudah mulai sobek akibat beradu dengan permukaan tanah dan kerikil.

Ketiga paman kecil dan dua sahabat sebayanya berteriak memanggil Ziki tapi dia terus saja berlari, hingga sampai pada bibir tebing, Ziki tidak merasa lelah namun sedikit jengkel sebab layang-layangnya tak kunjung terbang. Ziki kecil menantang langit dengan dagu mungilnya, berteriak sekeras mungkin. “Hey angin kemana kamu pergi? Kenapa tidak ajak layangan Ziki terbang tinggi?!” belum ada jawaban atau pertanda alam, sudah berkali-kali juga bibir kecilnya berusaha menciptakan suara siul tapi angin tak kunjung berhembus, mungkin karena suara siulnya tidak tepat.

Ziki kecil terduduk pada tanah merah tepi bibir tebing, memperbaiki layang-layangnya yang sobek di bagian ujung, direkatkan kembali kertas itu dengan sedikit air liurnya, berdiri sigap dengan dada membusung berlari kecil memutar sekitar tepi tebing sambil terus memanggil-mangil angin. Layang-layangnya tak kunjung terbang melewati ketinggian kepalanya, Ziki yang sedang diterpa putus asa kembali terduduk pada tanah merah tak peduli celana seragamnya menjadi kotor oleh bercak lumpur sisa hujan semalam. Kembali membetulkan kertas yang tersobek, kali ini dia menggunakan sedikit lumpur tanah merah basah agar lekatnya lebih lama.

Telapak tangannya yang terlanjur berlumur lumpur merah disapukan pada kulit pipi putih dan sedikit tembem itu, membuat tiga garis merah pada sebelah kiri dan tiga lagi di sebelah kanannya. Semangat kembali berkobar seperti Rambo kali ini. Di tatapnya tanah miring tidak begitu curam menuju arah kampungnya tepat di bawah tebing yang di dominasi batu besar dan tanah merah labil. Berlari sekencang mungkin dengan panduan kaki-kaki kecil tak bersandal dan teriakan tak hentinya…
“Hey angin!!! Bawa terbang layangan Ziki… ajak terbang tinggi Ziki juga!!!”….
“Hey angin!!! Bawa terbang layangan Ziki… ajak terbang tinggi Ziki juga!!!”….
“Hey angin!!! Bawa terbang layangan Ziki… ajak terbang tinggi Ziki juga!!!”

Alam memberi pertanda lewat pergeseran lempeng bawah bumi, menciptakan gelombang pada permukaan tanah dan menggoncang seisi tebing hingga berurai bebatuan, disambut gelontoran tanah merah yang merayap turun dengan cepat. Layang-layang Ziki terbang melayang tinggi lepas dari gengaman Ziki yang terperosok dan tergulung bersama ribuan kubik tanah merah yang menimbun seluruh isi perkampungannya.

Layang-layang Ziki terus melayang tinggi, singgah di Jakarta memberi kabar kampung halaman Ziki, tertiup angin kembali kearah Depok dengan kabar yang sama, melayang tak tentu arah hingga tergeletak pada halaman rumahku. Kupunguti layang-layang lusuh dengan noda merah… bukan tanah tapi darah!

Banten, 8 September 2009, 23.45 WIB
-ketika telinga hampir pekak mendengar panggilan itu-
Untuk Ziki-ziki kecil yang tak tertimbun “why don`t you have wings to fly me.. like the swallows so proud and free” (taken from Donna Donna Song by Joan Bartez)


Chit CHat

Me: btw *** sekarang sumbung ma aku..huhuhu
Someone: Ia karena dia udh pny yg br
Someone: Yg udh expired ga kepake lg
Someone: Herhehe..
Me: hahahahaha..kutu kupreth
Me: masak dia bilang aneh..
Someone: Aneh knp?
Me: katanya salah sendiri gw nolak dia..nah lho?!..
Me: :(
Someone: Nah lho..
Someone: Dia sempat nembak lu tin?
Me: ga tau
Me: hahahhhaa
Me: udah d bilang gw aja ga paham dia ngmg apa..kekekekekek..
Someone: Lho kok dia bs lu nolak dia?
Someone: Logikanya dia pernah nembak lu
Someone: Huahahaha..
Me: duh..barusan lost connection
Me: hush..diem lu..
Me: hihi..tapi bener gw ga paham
Someone: Hehe..
Someone: Kok bs lu ga paham?
Me: gw kan lugu..hahahha..
Someone: Kan lu ahlinya tin..
Someone: Udh gw tebak lu pst blg itu
Me: =))
Someone: Lutung gunung mksdnya
Someone: Hehe..
Me: gw cm pengen maen aman, tanpa kehilangan apapun, tanpa nyakitin siapapun. makanya gw lugu, ga mikir aneh2..
Me: hahaha..
Someone: Maen aman ya pake pengaman tin
Me: ga enaaak
Me: emooh :) )
Someone: Ga akan nyakitin sp2
Me: haha
Someone: Malah enak dua2nya
Someone: Hehe..
Me: hahaha..ihh..jadi lu pake pengaman??ihhh..mana enaknya..
Someone: Klo gw ga sk pake pengaman
Someone: Makanya banyak nyakitin sp2
Someone: Tp lebih banyak ngenakin sih

dan disuatu obrolan lain bersama seorang yang lain pula :)

Me: bang..gw udah baca imel lu..bagus yak..nohok banget lu..hihi
Someone2: bagus kan
Someone2: trus..
Someone2: lu mikir?
Me: hahahahaha..mikir?mikir apa?mikir Negara?
Me: ogah..dodol gw..
Someone2: yeee..ngeles
Me: apa’an ngeles? Ga paham gw..
Me: :(
Someone2: preet
Someone2: gw kemaren ketemu sama ******
Me: hahahahha
Me: then?
Me: apa hubungan nya sama gw yang ngeles
Me: gw semkin ga paham..kekekekeke
Someone2: lug a ngerasa kayak cerita di imel gw
Me: duh..hahahahaha..sedikit..menohok..kekekek
Me: hush..apa’an si bang..apa’an salah gw
Someone2: Hehe.. ga sayang..tina ga pernah salah, malaikat paling manis sedunia
Me: huek..muntah gw…cuih2
Someone2: gw boleh Tanya ga Tin
Me: =)), kenapa pake tanya..dari tadi ngecopros chatting pake acara boleh tanya..
Me: pa’an?
Someone2: Kenapa lu tolak *****
Me: hehehehe..what a question!!
Someone2: lah, katanya tadi gw boleh tanya
Me: haha
Me: iye..btw how do you know?
Someone2: dia sendiri cerita ma gw..
Someone2: cwo kan jg manusia, jadi suka jg curhat2an
Someone2: hahahaha..
Someone2: lu mau jawab kagak perntanyaan gw?! Ngeles aja lu Tin
Me: hahahahaha..kutu kupreth
Me: lah..katanya curhat..pasti dunk dia cerita kenapa alasannya..hehe
Someone2: lu ini..ngeles jayaaaaa
Me: haha..
Me: biar..apa dia blnng??
Someone2: lu bilang lug a cinta ma dia
Me: hahahhhaa
Me: vulgar amat..gw sayang ma dia kok..
Someone2: sayang beda ma cinta
Someone2: dan cowok ga bego2 amat buat tau dia ditolak
Someone2: Huahahaha..
Me: hehe..
Someone2: serius tin, bukan karena dia temen gw tapi gw ga paham ma lu
Someone2: dia ganteng, baek, mapan, bertanggung jwab, apalg yg kurang
Me: ga ada..kelebihan malah :)
Someone2: ondeeel..gw serius..lu nya ngeles
Me: Hehe..
Me: serius bang, gw sayang ma dia, makanya gw jujur
Me: gw ga tipe ya, jalan ma orang tanpa gw bener2 cinta, hati gw entah kemana
Me: gw ga mau ngerasa bersalah, gw ga mau nantinya kalo hal buruk terjadi gw disalahin, trus apa yang ada diantara kami ilang gitu aja..so that simple..
Me: gw ga mau kehilangan kakak kayak dia..:)
Someone2: ehhmm..bribeth..intinya lug a cinta..lu ogah ma dia
Me: haha..terserah kalo se simple itu yg ke baca
Someone2: bener2 kayak imel itu ya Tin..hahahaha
Someone2: kadang gw piker lu hebat..tapi lebih serih gw piker lu bego
Me: huhhhh..maksooood looooo??
Someone2: ngapain juga lu niolak cowok yg jelas2 bisa d bilang perfek demi persaan lu ke masa lalu..bego
Me: hehee..tar deh..kapan2 kita omongin..inaf..
Me: gw mau makan dulu
Someone2: yeee..ngelees..kabur..sorry dweeh klo bikin lu sakit ati
Me: hahaha..kagaak…Cuma dah 12.15..gw kelaperan..tar lagiiii

hehehe..

tiba2 pengen nyanyi “how many dreams will end, how long can i pretend, how many times will love pass me bye, until i find you again” preeethh


dan lembaran pun di buka :)

Setelah entah berada dimana blog ku yang dulu, sekarang kembali membuka satu lembaran baru

cerita hidup, yang dalam sejejaknya ada sejuta cerita

kadang tawa, canda, kegilaan, kadang tangis histeris air mata, atau tangis yang berbalutkan senyum

that’s life..

dijalani mawon..dengan segala resikonya, dengan segala ketulusannya

tak akan ada yang kebetulan, karena semua terjadi pasti ada sebab dan alasannya


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers