Tak lagi kukenal mana nyata dan mana semu
Tak lagi terbedakan mana tulus dan mana tipu menusuk
Semua hadir dalam pura2 simpati yang terbungkus busuk
Semua menawarkan pengertian dan senyum paksa tapi dibalik menusuk
Menempatkan diri dibatas kehinaan yang serasa nista
Menepiskan semua yang pernah indah jadi nerakanya derita
Bukan tanggungjawab atas terpaksa sayang
Bukan pula pura2 dan berkelit berlindung d balik mimpi masa depanmu
Bukan..bukan itu sayang
Karena kau tau..
Biar mati aku akan melindungimu
Biar terinjak aku tetap mengangkatmu diatas segala..
Bukan..bukan itu yg seharusnya kau laku..
Tapi ternyata..yah..hanya disitu nilai mu sebagai manusia
Hanya disitu nilai orang yg kupuja setinggi dewa..
Kecewa, dan terinjak..
Tapi sudah kubilang dan sudah pula kau tau
Biar mati asal kau selamat
Biar darahku habis terenggut asal kau tersenyum
Masih kurangkah????
Bawa semua kehancuran..renggut saja semua masa depan
Dan lihat sampai batas mana aku mampu bertahan
Dan lihat pula sampai batas mana kau akan terantai pada jebakan duri karma yang kau tanam
Tidak..aku tidak menyumpah
Tidak..
Hanya kesadaran dan keyakinan bahwa Tuhan tak pernah tidur
Dan Dia mengamati
Mengamati cambuk yg kalian lecutkan
Hingga satu jiwa hadir d pangku Nya
-untold&unsung-
Aug 07

