Category Archives: Untold&Unsung

Bukan serapah

Tak lagi kukenal mana nyata dan mana semu
Tak lagi terbedakan mana tulus dan mana tipu menusuk
Semua hadir dalam pura2 simpati yang terbungkus busuk
Semua menawarkan pengertian dan senyum paksa tapi dibalik menusuk
Menempatkan diri dibatas kehinaan yang serasa nista
Menepiskan semua yang pernah indah jadi nerakanya derita
Bukan tanggungjawab atas terpaksa sayang
Bukan pula pura2 dan berkelit berlindung d balik mimpi masa depanmu
Bukan..bukan itu sayang
Karena kau tau..
Biar mati aku akan melindungimu
Biar terinjak aku tetap mengangkatmu diatas segala..
Bukan..bukan itu yg seharusnya kau laku..
Tapi ternyata..yah..hanya disitu nilai mu sebagai manusia
Hanya disitu nilai orang yg kupuja setinggi dewa..

Kecewa, dan terinjak..
Tapi sudah kubilang dan sudah pula kau tau
Biar mati asal kau selamat
Biar darahku habis terenggut asal kau tersenyum
Masih kurangkah????
Bawa semua kehancuran..renggut saja semua masa depan
Dan lihat sampai batas mana aku mampu bertahan
Dan lihat pula sampai batas mana kau akan terantai pada jebakan duri karma yang kau tanam

Tidak..aku tidak menyumpah
Tidak..
Hanya kesadaran dan keyakinan bahwa Tuhan tak pernah tidur
Dan Dia mengamati
Mengamati cambuk yg kalian lecutkan
Hingga satu jiwa hadir d pangku Nya

-untold&unsung-
Aug 07


Absurdity

“Apa yang engkau bayangkan tentangku?
Seseorang yang tegar tapi rapuh?
Atau seseorang yang hancur
Tapi berlagak kuat??”
Biar aku hanya menjadi aku…

Dalam rangkaian perjalanan
Banyak manifestasi manusia kukenal
Ada berlindung di balik suci jubah dan ibadah
Dalam kedok pengertian da keanggunan nan dasyat
Ada merangkak luruh dalam kerapuhan
memohon belas kasih atas kehancuran
Toh semua juga hanya sandiwara
Tuk lari dari dharma
Menjadikan nestapa dan nyawa tak berdosa pijakan..
untuk sekedar BAHAGIA..

Lalu segera membawanya dalam pentas

tentang lenggok tari dan gelak tawa..

Meski tak lagi bermakna..
semua manifestasi itu meninggalkan jejak
yang menggurat darah…

Karenanya..
janganlah dulu tawarkan bahagia
Masih terlalu absurd makananya
Apa bahagia harus menutup nurani dan mata??
Dan berpijak injak pada nestapa,luka bahkan nyawa??
Ahhhh..
Sungguh tau dan sadar
Semua mungkin hanya kesempitan pikir hamba
dan kepicikan sesaat
Yang lambat laun semoga kan menghilang

Tapi..
“Sesungguhnya aku ngeri
Jika ada denyut hati menghampiri
aku takut getarannya akan menyakiti
Lagi..
Jiwaku yang pernah sekarat dan hampir mati
Aku takut dalam kesepianlah aku kembali”
…..
…..
…..
Bagaimana bila begini
Biar semua berjalan alami
Menemukan takdir dan kodratnya yang hakiki
Begitu banyak tentang masa lalu yang belum dipahami
Terlebih masa depan yang tak kunjung diyakini
Tetap kan sungguh kuimani
Tuhan punya jalan dan kuasaNya sendiri

Oct 21st 2007


Karmapala ( The silent love )

Kalau engkau melihat buih
Yang terdampar di atas pasir
hitunglah sebanyak aku telah melalui
Kenyerian tak berakhir

Kalau engkau menatap ombak
Yang menampar batu – batu karang
Bayangkan sebanyak aku merasakan
Keperihan teramat panjang

Kalau engkau merasakan badai hebat
Di puncak gelombang
Pikirkan sebanyak aku telah melampaui
kemarahan tak terbilang

Kalau engkau berada dalam cengkraman
angin beliung di tengah samudra
Itulah sedahsyat pedih yang tak mampu
Kuungkapkan dengan kata – kata

Karmapala ( The silent love )
august 12 2007
saat aku harus mengantarkanmu dalam onggokan bisu pusara
sebagai kado ulang tahun tak terlupakan..


Ingatan

Ingatan tentangnya terasa bagai cambuk berduri
melukai jiwa yang telah kuletakkan bisu
jiwa yang kulindungi dari segala rasa
Tapi ingatan tentangnya mengoyak batas itu
mengalirkan perih..
mencabik lara..
Bagai de javu yang berhembus
aku tergilas pada lingkaran masa
ahh…
aku tahu hidup akan terus berjalan
akan kusumbat seluruh raga dan hatiku
tentang bagian dari mereka yang tak henti menoreh lara
mengiangkan perih
mengiangkan rasa terhina tentang cara merendahkan
ahh…
aku akan bangkit..manggeliat keluar dari putaran masa
mencoba keluar dari dendam yang menancap
melangkah dan membawa hidup dalam langkah yang bermakna
hingga aku bisa menoleh dan berkata
aku bisa…
saat itu aku akan jauh di depan..

Surabaya, August 20th 2007


Dulu..

Dulu pernah….
Tersandung..perih..
tapi ahhh..nothing kucoba berdiri lagi..
Mengikuti ritme hidup yang kau inginkan
Dulu pernah..
Terjerembab..sakiittt..
Tapi selalu terkuatkan..lagi..dan berdiri lagi
Mengambil langkah sedikit tertatih
Mengikuti ritme dan tuntutan yang kau ingini
Dulu pernah..
Dalam diri yang tercabik cabik luka
tetap mencoba berlari..meski kadang tertatih hingga membuatmu kesal
Dulu.. apa arti sakit..aku masih bisa berlari untukmu
aku berlari..berlari kencang..menjajari langkahmu
peluh pun terasa menyegarkan..
tetesan darah darah dan air mata terasa begitu bermakna
Ratusan juta jalan dan langkah telah terlalui
heran..ternyata kuat..dan aku berbangga untuk itu..Dulu..
Dulu pernah..
senyumku selalu mengembang walau sering tersimpan luka
tapi bahagia..karena aku kuat berlari dijalan itu..
Namun tiba tiba saat lari yang kupacu begitu kencang
jalan itu berujung jurang yang dalam..
dan aku terperosok dalam sekian duri
duri tentang kepalsuan dan kemunafikan
duri itu menusuk..dalam kesetiap inchi di tubuh..
sakiit..tapi entah kenapa semua jadi mati rasa..
semua dulu…
Saat aku mencoba merangkak..menaiki tebing jurangmu yang terjal
ahhh..terengah engah ketika sampai diatas
Tapi tanganmu menarikku..lagi..dan terjatuh lebih dalam lagi
aku serasa berada antara dunia dan neraka
Tapi Dia..menarikku dari jurang..
Dia yang punya kuasa atas segalanya
menegakkan langkahku..
menepiskan sakitku
membuatku akan mengingat untuk tidak kembali kesini
Dan kini kucoba berdiri
Kini..
aku telah siap untuk berlari
meninggalkan semua tentangmu jauh..jauh dibelakangku

August 15th,  07


Bukan Mereka -from the lost files-

Kau dan dia
Kau dan aku
Kita hidup dalam dimensi yang berbeda

Biar mereka menyebutnya malaikat
Biar mereka menyebutku muslihat
Aku iri tapi tak perduli
Aku sedih tapi memilih tuk menuli

Biarlah Tuhan yang menentukan harga
Bukan mereka
Kau yang tau bagaimana semua bermula
Bukan mereka

Aku dan hatiku
Tidaklah rapuh

Feb 05


Mulai Mencoba -from the lost files-

Dengan apa kau telah menjeratku?
Dengan ramuan apakah kau mengikatku?
Lekat pekat bahkan terasa sering mengerikan
Mengerikan karena kau bukan hanya menarikku pada jiwamu
Tapi kau mengikatnya erat, menawannya, hingga logikaku pun tak punya kuasa atasnya
Semuanya melebihi batas kewajaran
Dan berjalan benar benar diluar nalar

Aku mulai berhenti bertanya kenapa dan bagaimana bisa
Karena tak akan kutemukan jawabannya
Aku mulai menutup telinga saat mereka berteriak jangan
Karena hatiku tak punya kata lain selain iya

Rasa ini terlalu liar
Melemparku dari lembah hingga puncak
Rasa ini lebih dari putaran marry go round
Memaksaku menangis terpuruk nelangsa dan bahagia disaat yang sama

Kau yang memegang kuas atas gejolaknya hidupku
Dan aku hanyut dalam segala warna yang kau toreh
Kau yang membuatku mengaca pada cermin
Dan aku tersenyum senyum sendiri dalam sunyi
Kau yang mampu mehunjam nyeri tepat ke hati
Dan aku menangis dalam nyeri tak terperi

Tak perduli kita berjalan dijalan yang salah
Selama kau menggenggam erat tanganku aku tak akan menyerah
Tak perduli kita melewati jurang berliku
Selama pelukanmu ada untukku aku aku tetap maju

Pilihan akan selalu ada padamu
Aku tak punya penawaran apapun selain cinta
Pilihan akan selalu jadi hakmu
Karena cintaku adalah untuk kau bahagia

Akankah racun atau madu yang jadi akhirnya
Biarlah Tuhan yang nanti menggariskannya
Aku bahagia, dan itu cukup
Jika nanti diakhir ternyata aku harus terjatuh
Kurasa harga setimpal atas segala indah yang telah terengkuh

Jan ‘05


Kesatria Malam -from the lost files-

Aku menyebutnya malam
Yang terasa pekat dan penuh misteri gairah
Aku mengenalnya dalam malam
Mencari telisik dan celah diantara waktu yang memang salah
Aku tergoda oleh malam
Atas lembut bergejolaknya rasa yang terbungkus indah
Dan aku tenggelam dalam cintanya malam
Yang membawa duniaku tak lagi serupa tapi indah dan cerah
Aku..jatuh cinta pada sang malam..

Mungkin di siang ada dia yang merantai sang malam
Dan aku rela
Mungkin sang malam tak kan pernah menghampiri ketika aku mencari dikala siang
Aku paham
Aku tak perduli sepanas apapun sang siang itu
Yang aku tahu, malam itu untukku

Kau sang kesatria malam
Dan aku pasrah hati
Kau sang kesatria malam
Padamu kutitipkan mimpi
Akan esok yg segera menjelang dalam agung nya fajar
Akan senyum dan bahagia matamu yang berbinar

Kau kesatria malamku
Aku jatuh cinta
Kau kesatria malamku
Yang kusyukuri dalam setiap doa
Agar Tuhan memeluk hatinya untukku

November ’04


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers